BENCHMARKING TO BEST PRACTICE DIKLATPIM TK. IV ANGKATAN XV DAN XVI TAHUN 2017 DI KOTA SURABAYA MEMPELAJARI E - GOVERNMENT

Salah satu bentuk upaya penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, dalam penerapannya saat ini tidak terlepas dari penggunaan teknologi informasi yaitu e-Government. Hal tersebut dimaksudkan untuk penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintahan yang cepat serta mempermudah tata kerja di instansi pemerintah.

Bertempat di ruang Graha Sawunggaling, Senin (2/10), sebanyak 50 peserta Benchmarking Best Practice Diklat Kepemimpinan tingkat IV Lembaga Administrasi Negara Pemerintah Kota Palangkaraya, mendatangi Kota Surabaya untuk menggali lebih dalam pelaksanaan e-Government di kota Surabaya. 

Ikhwansyah Asisten Bidang Pemerintahan Sekertaris Daerah Kota Palangkaraya selaku pemimpin rombongan mengatakan tujuan datang ke Pemerintah Kota Surabaya tidak lain untuk mengadospsi ilmu yang telah didapatkan selama di Kota Surabaya agar bisa diterapkan di tempat mereka. Karena mereka menilai bahwa Kota Surabaya memiliki banyak terobosan dan inovasi yang meraih prestasi dari dalam maupun luar negeri.

Setelah kepala rombongan dari Pemerintah Kota Palangkaraya menyampaikan sambutannya, giliran Yayuk Eko Agustin Wahyuni selaku Asisten Pemerintahan Kota Surabaya memberikan sambutan kepada peserta Diklat Benchmarking Tk IV Lembaga Administrasi Negara. 

Dalam sambutannya Yayuk mengatakan pada peserta bahwa saat ini di Surabaya semua pelayanannya sudah menggunakan e-Government, semuanya dilakukan secara online agar lebih memudahkan masyarakat dan mengurangi pungutan liar. Setelah Yayuk menyampaikan sambutannya, acara kembali dilakukan dengan penyerahan cinderamata kepada Pemerintah Kota Palangkaraya.

Dinkominfo-Sebagai kota yang mendapat julukan Smart City, Surabaya dituntut untuk selalu memberikan inovasi-inovasi terbaru. Karena inovasi inilah Kota Surabaya selalu berhasil menarik perhatian instansi lain untuk mempelajari tentang hal tersebut. Kali ini, Senin (2/10), giliran rombongan Benchmarking Diklat Pim IV Lembaga Administrasi Negara Kota Palangkaraya yang mengunjungi Kota Surabaya untuk mempelajarinya.

 

Bertempat di Ruang Rapat Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Surabaya, rombongan diterima langsung oleh Sekertaris Dinas Komunikasi Dan Informatika Cahyo Utomo. Pemimpin Rombongan Benchmarking Diklat Pim IV Lembaga Administrasi Negara Kota Palangkaraya Fajar, menyampaikan tujuannya mengunjungi Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Surabaya adalah untuk mempelajari tentang E-Government.

 

"Kami sengaja datang ke Pemerintah Kota Surabaya ini tidak lain untuk mempelajari sistem e-Government. Agar semoga nanti bisa kita terapkan di tempat kita agar lebih mempermudah pekerjaan kami" ujar Fajar.

 

Setelah itu, Cahyo Utomo menjelaskan secara garis besar tentang e Government yang diterapkan di Kota Surabaya, terdiri dari beberapa layanan publik seperti e-Surat, Surabaya Single Window, e-Health, e-Wadul, e-Musrenbang, e-Budgeting, e-Project, e-Procurement, e-Delivery dan e-Controlling.

 

Cahyo Utomo memapaprkan sedikit tentang pelayanan publik Surabaya Single Window (SSW). Surabaya Single Window ( SSW ) adalah sistem yang memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal, pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron serta pembuatan keputusan sesuai dengan tugas dan fungsi masing – masing SKPD dalam memberikan perizinan, dengan Surabaya Single Window, pelayanan perizinan ini lebih hemat waktu dan biaya, dan yang lebih penting lagi adalah transparansi biaya. 

 

Masih dengan Cahyo Utomo, aplikasi e-government yang dilaksanakan di Surabaya ini berguna untuk menyusun sistem anggaran pemerintah daerah. Semua perencanaan anggaran yang dilakukan di Pemerintah Kota Surabaya saat ini menggunakan aplikasi e-budgeting dari berapa besar biaya perjalanan dinas, sampai kebutuhan lainnya di masing-masing OPD.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas